Contoh Reaksi Eksoterm Dan Endoterm

contoh reaksi eksoterm dan endoterm dalam kehidupan sehari hari

Apa saja contoh reaksi eksoterm dan endoterm dalam kehidupan sehari-hari? Jika kamu adalah anak IPA pasti sudah pernah mempelajari mengenai kedua reaksi ini. Tapi kebanyakan orang hanya mengetahui artinya saja, tanpa benar-benar memahami dan tahu apa contoh dari reaksi tersebut. Untuk membantu kamu memperdalam pengetahuan dan menambah wawasan, maka kamu harus membaca informasi berikut.

Pengertian Reaksi Eksoterm & Ciri Ciri Reaksi Eksoterm

Reaksi eksoterm adalah sebuah reaksi kimia yang menggunakan sistem melepas kalor. Disini suhu campuran terus mengalami kenaikan serta energi potensialnya berasal dari zat kimia yang bersangkutan kemudian turun. Dengan demikian, sistem akan melepaskan kalor pada lingkungannya.

Pada reaksi ini, bisa terjadi melalui dua cara yaitu alami dan buatan. Dimana cara yang alami akan memproses reaksi di alam yang terjadi secara spontan dan melepaskan energinya. Sedangkan yang buatan adalah hasil dari percobaan yang dilakukan pada ruang penelitian atau laboratorium.

Pada reaksi eksoterm, sistem akan membebaskan energinya kemudian entalpi sistem secara otomatis akan berkurang. Berarti entalpi produk akan lebih kecil jika dibandingkan dengan entalpi pereaksi. Dengan demikian, perubahan entalpinya akan berada di negatif.

Apa itu Ciri Ciri Reaksi Endoterm

Reaksi endoterm adalah salah satu reaksi kimia yang menyerap kalor sehingga terjadi perpindahan kalor dari lingkungan menuju ke sistem. Sebagai reaksi yang menyerap kalor, maka energi sistem akan bertambah. Karena entalpinya terus bertambah, maka perubahan entalpinya mengarah ke positif yang artinya entalpi produk akan lebih besar dibandingkan pereaksi.

Apabila di dalam reaksi endoterm grafik dengan proses reaksi dan energi, sehingga dapat dilihat perbandingan antara kalor pada pereaksi dan hasil reaksi bahwa kalor produksi akan lebih banyak.

Contoh Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Adapun contoh reaksi eksoterm dalam kehidupan sehari hari adalah sebagai berikut:

  1. Meledaknya bom yang disengaja maupun tidak disengaja.
  2. Letusan kembang api yang sering ditemui terutama ketika tahun baru dan hari besar lainnya.
  3. Kayu yang dibakar ketika melakukan api unggun atau hanya sekedar menghangatkan tubuh di malam hari.

Sedangkan contoh reaksi endoterm dalam kehidupan sehari-hari seperti berikut :

  1. Terjadinya reaksi antara barium hidroksida dan kristal amonium klorida dengan penambahan sedikit air.
  2. Terjadinya reaksi antara amonium tiosianat dan barium hidroksida dekahidrat.
  3. Pembekuan es yang disimpan di dalam kulkas.
  4. Terjadinya fotosintesis pada setiap tumbuhan.
  5. Terjadi uraian merkuri oksida ketika berada di suhu tinggi.

Perbedaan Reaksi Eksoterm dam Endoterm

Selain pengertiannya, kamu juga harus mempelajari mengenai perbedaan antara keduanya agar tidak sampai salah dalam menentukan reaksi kimia. Berikut perbedaan antara reaksi eksoterm dengan reaksi endoterm.

Reaksi Eksoterm
  1. Melakukan pembebasan kalor.
  2. Suhu sistem tingkatnya lebih tinggi dibandingkan dengan suhu pada lingkungan.
  3. Posisi kalor yang berpindah dari sistem menuju ke lingkungan.
  4. Entalpi sistem yang semakin berkurang.
  5. Terjadi kenaikan pada suhu.
Reaksi Endoterm
  1. Lebih memerlukan kalor sehingga diserap.
  2. Perbandingan suhu sistem lebih rendah jika dibandingkan dengan suhu yang ada di lingkungan.
  3. Perpindahan kalor dari lingkungan menuju ke sistem.
  4. Entalpi sistem semakin bertambah.
  5. Tingkat suhu menurun.

Itulah sedikit penjelasan tentang contoh reaksi endoterm dan eksoterm yang harus kamu pelajari. Dengan memahami apa itu reaksi eksoterm dan endoterm serta contohnya, secara otomatis kamu mengembangkan pengetahuan yang kamu miliki. Pengetahuan seperti ini menjadi sangat penting diketahui, terutama oleh semua generasi muda yang bisa menemukan hal-hal baru. Semoga informasi mengenai sains ini bisa bermanfaat untuk semua pembaca.