Mengapa Bali Disebut Pulau Seribu Pura

mengapa bali disebut pulau seribu pura

Mengapa bali disebut pulau seribu pura? Apa alasan bali disebut pulau seribu pura?

Mengapa Bali Dikenal Sebagai Pulau Seribu Pura

Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkenal dengan kearifan lokal serta budaya yang masih mengakar kuat di tengah-tengah masyarakat yang modern. Di Indonesia, Provinsi Bali juga menjadi provinsi dengan jumlah penduduk beragama Hindu terbesar. Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali yang mengacu pada Sensus Penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Provinsi Bali yang menganut agama Hindu mencapai 3.247.283 jiwa dari total penduduk Provinsi Bali, yakni 3.890.756 jiwa.

Perkembangan Agama Hindu Di Bali

Penduduk beragama Hindu di Provinsi Bali mememiliki persentase terbesar dan menjadi agama mayoritas. Persentase jumlah penduduk beragama Hindu di Bali mencapai 84% dari seluruh penduduk di Provinsi Bali.

Tingginya angka jumlah penduduk yang menganut agama Hindu memberikan dampak pada kondisi budaya, adat, dan kearifan lokal yang ada di Bali. Sebab agama Hindu merupakan agama yang mayoritas, maka kondisi lainnya juga akan mengikuti ajaran mayoritas yang dianut. Oleh karena itu, Bali selalu identik dengan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan agama Hindu.

Sejarah Pura Di Bali

Salah satu yang paling mencolok dan dapat langsung diamati adalah banyaknya pura di Provinsi Bali. Pura merupakan tempat bagi orang-orang Hindu untuk melakukan ibadah. Sama dengan tempat ibadah lainnya, pura menjadi tempat yang sakral sekaligus menjadi tempat ritual-ritual keagamaan yang khas diperlihatkan. Tidak jarang, kegiatan ritual keagamaan di Bali menarik perhatian para wisatawan dan menimbulkan decak kagum.

Pura di Bali memiliki beragam jenis yang disesuaikan dengan Dewa yang bersemayam di dalamnya. Agama Hindu mengenal banyak Dewa yang menjadi manifestasi dari Tuhan. Dewa menjaga setiap jengkal kehidupan dan alam yang ada di bumi.

Pembuatan dan pembangunan pura di Bali sangat memperhatikan berbagai hal. Acuan dalam pembangunan pura di Bali adalah Asta Kosala Kosali. Sebuah prinsip dalam pembangunan pura sekaligus pengembangan kawasan disekitar pura. Di dalam Asta Kosala Kosali terdapat tiga prinsip lain yang merupakan ejawantah dari Asta Kosala Kosali, yakni Tri Hita Karana, Panca Maha Bhuta, dan Nawa Sanga.

Ketiga pendetailan dari konsep Asta Kosala Kosali menekankan pada keharmonisan manusia dengan Tuhan, serta manusia dengan alam. Tri Hita Karana secara sederhananya dapat diartikan sebagai tiga prinsip atau penyebab kebahagiaan. Sebuah gagasan mendasar mengenai keseimbangan kehidupan agar tercipta kebahagiaan. Keseimbangan hidup akan tercapai jika manusia dapat menjalin hubungan secara harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan dengan alam.

Panca Maha Bhuta, secara harfiah dipahami sebagai lima elemen pembentuk alam semesta. Kelima elemen tersebut adalah pertiwi, apah, teja, bayu, dan akasa. Sumber dari Panca Maha Bhuta adalah dua hal, yakni Cetana dan Acetana. Cetana merupakan perwujudan kesadaran tertinggi sehingga berkedudukan di atas. Sedangkan Acetana adalah perwujudan lupa yang kedudukannya berada di bawah.

Dewa Hindu Bali

Dewata Nawa Sanga merupakan sembilan dewa yang menguasai sembilan penjuru mata angin pada konsep agama Hindu. Kesembilan desa penguasa penjuru mata angin menempati stananya masing-masing. Sembilan dewa tersebut adalah Dewa Wisnu sebagai penguasa penjuru utara, Dewa Sambhu sebagai penguasa penjuru timur laut, Dewa Iswara penguasa penjuru timur, Dewa Maheswara penguasa penjuru tenggara, Dewa Brahma sebagai penguasa penjuru selatan, Dewa Rudra penguasa barat daya, Dewa Mahadewa penguasa barat, Dewa Sangkara penguasa Barat Laut, dan Dewa Siwa penguasa tengah.

Alasan Mengapa Bali Disebut Pulau Seribu Pura

Ketiga filosofi atau prinsip yang telah dipaparkan di atas selalu diterapkan pada setiap bangunan pura dan juga lingkungan di sekitarnya. Dari hal tersebut, terdapat bagian-bagian dari kawasan pura yang boleh dikunjungi oleh orang dari berbagai kalangan. Namun terdapat pula bagian yang sangat sakral yang hanya bisa dimasuki oleh masyarakat Hindu. Penjelasan di atas sekaligus memberikan gambaran mengapa Bali selalu identik dengan pura hingga disebut sebagai Pulau Seribu Pura.

Itulah jawaban mengapa pulau bali disebut sebagai pulau seribu pura. Mengapa Bali sering disebut sebagai pulau seribu pura tidak lain dan tidak bukan karena ada begitu banyaknya pura yang ada ditempat ini.