Mengapa Berbagai Bentuk Perlawanan Terhadap Belanda Sering Mengalami Kegagalan

mengapa berbagai bentuk perlawanan terhadap belanda sering mengalami kegagalan

Mengapa berbagai bentuk perlawanan terhadap Belanda sering mengalami kegagalan? Apa penyebab kegagalan perlawanan rakyat Indonesia dalam menentang kolonialisme dan imperialisme?

Mengapa Berbagai Bentuk Perlawanan Daerah Terhadap Belanda Sering Mengalami Kegagalan

Penjajahan Belanda terhadap Indonesia berlangsung selama tiga setengah abad. Di masa penjajahan itu, penduduk Indonesia sangatlah menderita. Sementara Belanda menjadi warga kelas satu. Ironis memang penduduk Indonesia menjadi tamu di negara sendiri. Tapi banyak pahlawan Indonesia yang dengan gagah berani melawan pendudukan VOC di Indonesia ini. Namun rata-rata mereka mengalami kegagalan.

Faktor Penyebab Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Kolonial Belanda

Mengapa bagian bentuk perlawanan terhadap belanda sering mengalami kegagalan? Berikut adalah empat alasan mengapa rakyat Indonesia selalu gagal dalam melawan penjajahan Belanda :

  1. Perlawanan masih bersifat kedaerahan

Mengapa perjuangan melawan kemerdekaan di daerah daerah sering mengalami kegagalan? Sebelum era pergerakan nasional, bentuk perlawanan masih bersifat kedaerahan. Semua penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke melakukan perang sendiri-sendiri. Yang penting Belanda pergi dari tanah mereka.

Sebutlah Cut Nyak Dhien yang berjuang untuk Aceh, Tuanku Imam Bonjol yang berjuang untuk Sumatera Barat, Pangeran Diponegoro yang berjuang untuk Jawa, Pangeran Antasari untuk Kalimantan, Sultan Hasanudin untuk Makassar dan masih banyak lagi pahlawan nasional Indonesia yang melakukan perlawanan ke tirani Belanda.

Tapi perjuangan mereka untuk tanah mereka sendiri. Bukan untuk satu tanah air Indonesia. Meskipun cara pikir mereka sedikit keliru, kita tetap harus mendoakan dan menghargai jasa mereka. Perubahan cara pikir dari kedaerahan menjadi cara pikir persatuan satu Indonesia berubah ketika masa kebangkitan nasional. Kebangkitan nasional dimulai oleh Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908.

  1. Senjata Belanda jauh lebih canggih

Dilihat dari faktor senjata, tentu Belanda sudah canggih. Belanda sudah menggunakan senapan bermesiu dan meriam. Sedangkan pahlawan kita masih menggunakan senjata jarak tradisional. Contohnya seperti keris, tombak, pedang, tameng, bambu runcing dan panah. Rata-rata memang senjata jarak dekat. Belum sempat membunuh Belanda, mereka sudah terluka dulu oleh tembakan senapan dan barisan mereka sudah berantakan dulu karena hantaman meriam.

Kalau pun para pahlawan kita memiliki senjata modern, itu hasil dari merampas atau menipu orang-orang Belanda. Contohnya seperti yang dilakukan Teuku Umar yang menipu Belanda di Perang Aceh. Dia menipu Belanda seolah-olah membelot dari rakyat Aceh. Setelah mendapatkan semua kebutuhan perang, dia kembali berjuang untuk rakyat Aceh.

  1. Adanya politik devide et impera

Politik devide et impera dilakukan Belanda untuk mengurangi perlawanan rakyat Indonesia. Secara bahasa berarti “pisah dan taklukkan” tapi kita orang Indonesia menyebutnya politik adu domba. Memang konsepnya sama dengan mengadu hewan.

Belanda mengamati kondisi politik di suatu daerah di Indonesia. Mereka mengamati pihak-pihak yang bertikai dan memilih pihak mana yang didekati. Pihak pribumi yang beraliansi atau dekat dengan Belanda biasanya akan memenangkan pertikaian politik. Setelah menang kini giliran Belanda yang meminta bayaran kepada pribumi yang dibantu. Tidak ada makan siang gratis.

Biasanya bayaran yang diminta Belanda yaitu uang ganti rugi perang, hak-hak khusus seperti monopoli dagang dan hak-hak khusus agar Belanda bisa mencampuri urusan istana. Setelah Belanda masuk ke istana, maka gerak-gerik rakyat bisa dipantau dengan mudah. Sehingga kemungkinan pergolakan rakyat bisa diminimalkan atau paling tidak bisa dicegah.

  1. Belanda menghadapi perang yang lebih berat di Eropa

Perang di Indonesia mungkin bukan apa-apa bagi Belanda. Karena yang dihadapi adalah para pejuang dengan senjata tradisional. Belanda pernah menghadapi perang yang berat di Eropa yaitu Perang Napoleon. Mereka harus menghadapi Kekaisaran Perancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte yang sangat kuat dan cerdas. Tidak kuasa menahan Perancis, Belanda sendiri yang dijajah oleh Kekaisaran Perancis.

Nah itulah jawaban mengapa berbagai bentuk perlawanan terhadap Belanda sering mengalami kegagalan. Semoga kamu semakin mengerti sebab kegagalan perlawanan rakyat daerah menentang kolonialisme Belanda ya!