Mengapa Terjadi Perbedaan Gender Dalam Masyarakat

mengapa terjadi perbedaan gender dalam masyarakat

Mengapa terjadi perbedaan gender dalam masyarakat? Apa penyebab terjadi perbedaan gender dalam masyarakat?

Perbedaan Gender Dalam Masyarakat

Mengapa terjadi perbedaan peran gender di masyarakat? Secara alamiah, manusia tercipta dengan memiliki jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Jenis kelamin seorang manusia dapat diidentifikasi melalui alat kelamin yang ada pada tubuh manusia tersebut. Dari sana, munculah sebutan lelaki dan perempuan.

Jenis kelamin kemudian tidak hanya digunakan untuk membedakan mana yang lelaki dan mana perempuan. Lebih dari itu, jenis kelamin juga membedakan kondisi biologis yang berefek pada perbedaan karakter, sifat, peran, dan tugas dari masing-masing individu. Di beberapa agama, ada yang dinamakan sebagai kodrat yakni sebuah ketetapan yang pasti melekat pada suatu individu. Kodrat tersebut disesuaikan pula dengan jenis kelamin dari individu-individu yang ada.

Misalnya saja seorang perempuan memiliki kodrat untuk mengandung, melahirkan, menyusui. Kodrat tersebut melekat pada perempuan karena secara biologis, perempuan memiliki rahim yang berfungsi untuk menampung janin. Oleh karena itu, perkara mengandung dan melahirkan sepenuhnya melekat pada seorang perempuan. Secara kodrat juga perempuan dan laki-laki haruslah menjadi sebuah pasangan yang diikat dalam tali pernikahan.

Perbedaan jenis kelamin yang mengakibatkan perbedaan sifat biologis antara laki-laki dan perempuan pada akhirnya menjadi sebuah konstruksi sosial dalam masyarakat modern. Lahirnya masyarakat modern membuat cara pandang terhadap sesuatu menjadi berlainan dan semakin konstruktif. Konstruksi sosial dari keadaan laki-laki dan perempuan tersebut kemudian dinamakan gender. Dapat dikatakan jika gender lahir untuk lebih memberikan nilai-nilai sosial kepada jenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Pengertian Gender Dalam Sosiologi

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), gender dapat diartikan sebagai sebuah pembedaan terhadap peranan, tanggung jawa, pembagian pekerjaan dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat menurut adat istiadat, norma, kepercayaan dan kebiasaan masyarakat.

Masih menurut BPS, gender bukan merupakan kodrat. Akan tetapi karena di dalam pengertian gender disebutkan pembedaan didasarkan salah satunya pada kepercayaan, maka tetap saja hal-hal yang berbau kodrat masuk ke dalam konstruksi gender. Artinya sifat laki-laki dan perempuan yang melekat pada individu masing-masing paling tidak harus sesuai dengan kepercayaan yang dianut.

Norma dan adat istiadat dalam sebuah masyarakat pun sebenarnya tidak akan pernah lepas dari kepercayaan yang dianutnya, dalam hal ini adalah agama. Sebab agama juga banyak mengatur perihal norma dan nilai-nilai sosial di dalam masing-masing kitab sucinya. Di Indonesia, sebagai negara yang beragama, nilai-nilai sosial dan norma yang dibuat pun akan menyesuaikan dengan agama mayoritas yang dianut oleh sekelompok masyarakat.

Penyebab Terjadi Perbedaan Gender Dalam Masyarakat

Gender sejatinya dapat diubah, tidak selalu sama dengan jenis kelamin pada individu. Maksudnya adalah laki-laki bisa saja memiliki sifat lemah lembut atau keibuan, sedangkan perempuan bisa saja memiliki sifat perkasa dan pemberani. Hanya saja, seringkali masyarakat kurang dapat menerima sifat-sifat gender yang bertolak belakang dengan jenis kelamin yang dimiliki oleh suatu individu. Inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya perbedaan gender di tengah-tengah masyarakat.

Sifat Bias Gender

Banyak masyarakat dengan norma dan nilai yang dianutnya tidak mau menerima perbedaan sifat jika tidak sesuai dengan jenis kelaminnya. Sikap tersebut pada akhirnya terus-menerus melanggengkan pandangan bahwa perempuan haruslah menjadi seorang ibu, bahkan hanya boleh menjadi ibu rumah tangga, perempuan tidak boleh atau tabu jika mengerjakan pekerjaan laki-laki seperti mencangkul, memperbaiki listrik, perempuan menjadi tabu jika keluar sendiri malam hari tanpa ditemani pasangannya, dan pandangan lainnya. Begitu juga dengan laki-laki, menjadi tabu jika laki-laki memiliki sifat lemah lembut, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, tidak bekerja, dan lain sebagainya.

Pada akhirnya pandangan mengenai gender yang masih diasosiasikan harus sesuai kodrat selamanya akan memberikan perbedaan terhadap hak-hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan. Padahal seharusnya perempuan dan lelaki dapat memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam berbagai hal. Misalnya hak untuk bekerja, hak untuk menempuh pendidikan tinggi, kewajiban untuk menjaga seorang anak, kewajiban untuk memberikan kasih sayang ke sesama pasangannya, dan lain-lain.

Nah itulah jawaban dan alasan mengapa terjadi perbedaan gender dalam masyarakat. Semoga soba mengapa.net bisa menjelaskan contoh perbedaan gender dalam masyarakat ya!