Provinsi Atau Propinsi Menurut KBBI

Provinsi Atau Propinsi Menurut KBBI - yang benar provinsi atau propinsi

Penulisan provinsi atau propinsi yang baik dan benar menurut KBBI – Apabila kamu seorang sastrawan atau seorang penulis tentu sudah memahami bagaimana penulisan setiap katanya yang baik dan benar. Tapi untuk kamu yang bukan seorang penulis sebenarnya juga harus mengetahui bagaimana cara penulisan yang tepat.

Untuk itu, tidak ada salahnya jika kamu menyimak ulasan berikut agar bisa menulis dengan hasil yang sesuai dengan kaidah kebahasaan. Terutama jika kamu hendak menulis laporan atau skripsi pasti harus memperhatikan setiap penulisannya.

Provinsi atau Propinsi

Kata ini termasuk salah satu kata penting yang harus baik penulisannya. Karena, kebanyakan kata ini digunakan pada penulisan-penulisan penting atau resmi. Jadi setiap kata yang digunakan harus baku dan sesuai dengan apa yang ada di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Jadi kata baku provinsi atau propinsi menurut KBBI? Penulisan yang benar provinsi atau propinsi?

Tidak sedikit orang yang masih bingung atau bahkan salah dalam penulisan kata ini. Penulisan dan penyebutan yang tepat adalah provinsi. Bukan hanya tulisan saja yang salah seperti kata kebanyakan, melainkan dalam pembacaannya antara propinsi dan provinsi juga berbeda. Maka disini, terlihat jelas kesalahannya jika sudah memahami kata yang baik dan benar.

Apa Itu Provinsi

Provinsi adalah sebuah nama untuk pembagian wilayah administrasi tepat di bawah tingkatan negara atau nasional. Contohnya Provinsi Sumatera Selatan yang terkenal dengan sebutan wong kito galo. Pemimpinnya pun bukan presiden yang menjadi pemimpin satu negara. Melainkan seorang gubernur yang memimpin sebuah provinsi yang ada di Indonesia. Jadi, masing-masing provinsi memiliki pemimpin yang berbeda-beda.

Negara Indonesia memiliki 34 provinsi dimana 10 provinsi di Sumatera, 6 provinsi di pulau Jawa, 3 provinsi di Nusa Tenggara, 5 provinsi di Kalimantan, 6 provinsi di Sulawesi, dan 4 provinsi di Maluku dan Papua.

Dengan banyaknya provinsi yang ada di tanah air, pasti beragam pula kebudayaan yang dimiliki. Tapi semua itu tidak membuat negara Indonesia pecah belah justru saling bergandengan dan memiliki jiwa toleransi yang besar.

Syarat Provinsi di Indonesia

Untuk membuat sebuah provinsi tidak semata-mata sekumpulan orang memilih satu pemimpin saja kemudian bisa menjadi sebuah wilayah yang disebut provinsi. Melainkan terdapat beberapa syarat kewajiban sebuah daerah bisa dianggap provinsi, diantaranya adalah :

Syarat Administratif

  1. Mendapat persetujuan DPRD dan Walikota yang akan termasuk pada wilayah provinsi tersebut.
  2. Mendapat persetujuan DPRD dan Gubernur dari provinsi induk serta direkomendasikan oleh Menteri Dalam Negeri.

Syarat Teknis

  1. Memiliki kemampuan ekonomi yang bisa menjamin kesejahteraan masyarakat yang ada di dalamnya.
  2. Memiliki potensi daerah.
  3. Mempunyai sosial budaya untuk dijadikan identitas.
  4. Memiliki sosial politik yang tertata.
  5. Kependudukan yang jelas pada provinsi tersebut.
  6. Luas daerah yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya.
  7. Pertahanan yang kuat.
  8. Keamanan yang sudah pasti terjamin.
  9. Serta faktor lain yang akan mempengaruhi jalan atau tidaknya provinsi tersebut sampai masa yang akan mendatang.

Syarat Fisik Kewilayahan

  1. Minimal kota atau kabupaten yang dimiliki oleh provinsi tersebut lima.
  2. Setiap kabupaten minimal memiliki lima kecamatan dan empat kecamatan untuk tingkat kota.
  3. Memiliki lokasi calon ibukota serta sarana dan prasarana pemerintahan.

Itulah yang wajib kamu ketahui tentang provinsi, mulai dari penulisan yang baik dan benar hingga apa saja syarat untuk menjadi provinsi di negara Indonesia. Sebagai warga negara yang baik kamu wajib mengetahui hal ini karena termasuk pengetahuan penting terlebih untuk anak-anak generasi muda yang akan meneruskan bangsa dan bernegara. Karena warga negara yang baik bisa dimulai dengan berbahasa yang baik. Nah semoga kamu tidak bingung lagi tentang mana yang benar provinsi atau propinsi ya! Hatur nuhun.