Sangsi atau Sanksi Mana Yang Benar

sangsi atau sanksi - yang benar sangsi atau sanksi

Bagaimana penulisan yang benar Sangsi atau Sanksi? Apakah itu sama saja? Dalam penulisan yang sesuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan sesuai EYD memang terbilang gampang-gampang susah. Pasalnya, banyak kata yang termasuk homofon misalnya sangsi dan sanksi. Banyak yang masih bingung dan bahkan salah dalam penempatannya. Daripada kamu bingung nih, coba baca bahasan berikut ini terlebih dahulu.

Apa itu Homofon – Hubungan Makna Sangsi dan Sanksi

Sangsi dan sanksi memiliki hubungan apa sih? Homofon merupakan suatu kata yang cara pengucapannya sama namun artinya berbeda. Homofon itu sendiri secara harfiah terdiri dari 2 kata yaitu homo yang artinya “sama” dan fon yang artinya “bunyi”. Karena hal tersebut, homofon ini merujuk pada kata yang berbeda namun pengucapannya sama.

Jika hanya didengar tanpa tahu artinya, kita akan mengira kedua kata yang termasuk homofon itu ya sama saja. Tidak ada bedanya dengan kata lain yang pengucapannya sama. Namun nih, kalau kita tahu artinya, kita akan tahu kata yang termasuk homofon tersebut. Jadi, untuk tahu perbedaan katanya maka kita harus tahu artinya apa.

Banyak contoh kata yang termasuk homofon. Beberapa diantaranya adalah sanksi dan sangsi. Keduanya memiliki cara penulisan dan arti yang berbeda namun dengan cara baca yang sama. Jadi, walaupun keduanya dimasukkan dalam suatu kalimat, tetap tidak akan merubah artinya sama sekali.

Apa itu Sanksi?

Sanksi dibaca sank-si. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, sanksi memiliki arti tanggungan kewajiban untuk memaksa orang agar menepati perjanjian atau menaati ketentuan. Sanksi bisa dikatakan juga sebagai alat pemaksa untuk menegakkan hukum.

Sanksi yang dimaksud ini tidak hanya sanksi tertulis namun juga sanksi tidak tertulis misalnya hukum adat atau norma. Jika sanksi tertulis, ada pidana dan perdata. Semua hukuman tertulis sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.

Seiring dengan perkembangan zaman, sanksi yang diberikan tersebut nih bisa berdasarkan pada tindakan ataupun perkataan juga lho. Misalnya sanksi sosial yang diberikan oleh masyarakat untuk orang yang melanggar norma sosial. Misalnya perselingkuhan.

Jadi, dapat dikatakan bahwa saat ini, sanksi adalah segala hal yang berkaitan dengan hukum atau alat pemaksa agar mengindahkan norma hukum. Contohnya, ia harus diberi sanksi karena melanggar lampu lalu lintas. Artinya dia harus diberi hukuman karena melanggar lampu lalu lintas.

Apa itu Sangsi – Pengertian Sangsi

Sangsi memiliki arti bimbang atau ragu-ragu. Kata sifat ini menggambarkan suatu keragu-raguan yang ada di diri manusia. Misalnya kamu sangsi melihat dirinya yang menikah karena tidak ada kabar sebelumnya.

Sangsi bisa diberi awalan misalnya ke-, me-, pe- dan juga awalan serta akhiran seperti me-kan. Misalnya kesangsian yang berarti kebimbangan. Arti kata ini juga berarti keragu-raguan. Misalnya nih, karena ia yang selalu berbohong, ia bahkan sudah membuat kesangsian pada teman dekatnya.

Jikapun ditambahkan dengan awalan me- dan akhiran –kan, maka akan menjadi menyangsikan. Arti menyangsikan ini tidak hanya “meragukan” namun juga menaruh syah (akan). Contohnya, ia menyangsikan kejadian tersebut karena tidak melihatnya secara langsung.

Namun, kata menyangsikan juga bisa berarti menimbulkan kebimbangan atau keraguan. Karena itu, “menyangsikan” juga bisa digunakan untuk suatu keraguan dan kebimbangan bahkan untuk sesuatu hal yang belum tentu benar.

Sedangkan kata penyangsi, merupakan orang yang tidak mudah untuk percaya. Bisa juga diartikan sebagai orang yang lekas bimbang. Contohnya, ia termasuk salah satu penyangsi jika Deni menikah dengan Dina.

Kata Baku Sangsi atau Sanksi Mana Yang Benar

Jadi, yang benar sangsi atau sanksi nih? Sanksi dan sangsi keduanya memiliki penulisan yang benar. Hanya saja, keduanya memiliki arti yang berbeda dengan cara pengucapan yang sama, seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi.

Semoga penjelasan tentang tulisan sanksi atau sangsi ini bisa berguna buat kamu ya.